Tuesday, November 14, 2017

(REVIEW) Guardian Facial Mask in Vitamin C & Banana

HALLO!!!! 

Ketemu lagi di postinganku hehe. Kali ini aku akan mereview sebuah merk yang awal tahun ini meluncurkan rangkaian varian mask sheetnya, yaitu Guardian Facial Mask! Guardian sendiri adalah salah satu drugstore yang juga menyediakan skincare maupun kosmetik dengan berbagai merek di Asia Tenggara, salah satunya Indonesia. Baru-baru ini Guardian merambah meluncurkan they own face & body care line! Ada sabun, lotion, bahkan sampai mask sheet. Karena aku suka banget pakai mask sheet akhirnya memutuskan untuk mencoba mask sheet dari Guardian ini, dan kebetulan ada promo +1000 dapat 2, yang sebenarnya harganya sekitar 23 ribuan satu jadi +1000 aku sudah dapat 2 pcs.




Pertama aku akan bahas packagingnya, packagingnya standard sheet mask, yaitu bungkusnya berbentuk persegi panjang dengan tulisan brand, nama produk, dan juga klaim. Yang berbeda dari facial mask merk lain adalah ukuran bungkusnya lebih besar dan juga bahannya tidak menggunakan plastik glossy, tapi doff, mirip seperti mask sheet dari Innisfree. Latar warna facial mask ini disesuaikan dengan variannya, kalau yang vitamin c menggunakan gambar lemon dengan latar warna biru laut, sedangkan yang banana menggunakan gambar pisang dan latar kuning tua.

Guardian Facial Mask VItamin C, click to zoom

Guardian Facial Mask Banana, click to zoom

Klaim produk bisa dilihat di bagian belakang packagingnya, untuk yang varian Vitamin C mengklaim kalau mengandung antioksidan dari vitamin esensial, vitamin C dan Glutathione, untuk merawat kulit sehat seutuhnya.
Sedangkan untuk yang varian Banana mengklaim untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan diperkaya dengan ekstrak pisang membersihkan pori-pori terbuka dan membuat kulit terlihat benar-benar sempurna.

The mask and essences

Saat aku buka aku sedikit surprised karena wanginya enakkk banget! Mirip dengan ekstrak buahnya, jadi kalau pakai varian Vitamin C akan beraroma lemon sedangkan kalau Banana akan beraroma pisang (yang mana enak banget jadi laper). Meskipun wangi banget, tapi ngga mengganggu, karena wanginya seperti nggak ada campuran kimia atau alkohol jadi pure wangi buah yang kuat. But again, aku ngga sensi sama wewangian (kecuali parfum mobil) jadi ngga begitu tau apakah ini bisa membuat hidung sensitif terganggu.


Me using Guardian FacialF Mask
Ukurang sheet masknya lumayan besar, sayang lubang untuk mata menurutku terlalu besar sehingga bagian bawah mata nggak kebagian. Essencenya tidak terlalu cair tapi juga tidak terlalu kental, jadi tengah-tengah, berwarna bening dan menurutku dibandingkan dengan merk Korea kurang banyak. Mask sheet ini sudah terasa kering saat dipakai selama 30 menit di kamarku yang ber-AC, menurutku sih lumayan cepat kalau dibandingkan dengan merk masker Korea, mungkin karena essencenya lebih sedikit jadi berpengaruh.

Meskipun ada kekurangannya, tetapi yang paling aku suka dari masker ini adalah ketebalan mask sheetnya. Mask sheet nya jauh lebih tebal daripada merk masker drugstore lain aku pernah coba (seperti Cherimoa, KaradosMentholatum, dll), jadi tidak gampang sobek dan menurutku harganya yang 23 ribuan memang worth it dengan kualitas mask sheet nya.

Me using Guardian facial mask

Setelah memakai Guardian Facial Mask ini kulitku terasa kenyal, halus, lembut, dan lebih cerah. Mask sheet ini juga tidak membuat jerawatku menjadi iritasi dan tambah besar. Essencenya juga tidak terlalu membuat kulit terasa lengket, jadi suka banget mijet-mijet wajah setelah memakai masker ini dan wajahku yang berminyak jadi ngga tambah seperti kilang minyak. Tapi tentu saja sama seperti merk lain hasilnya mask sheet ini tidak permanen, sekitaran 2 hari efeknya sudah hilang jadi harus teratur.

What I like about this product :
- Wanginya enak banget
- Bahan maskernya tebal
- Kulit menjadi halus, kenyal, lembut
- Membuat kulit jadi lebih cerah
- Tidak membuat kulit terasa lengket dan berminyak
- Tidak membuat jerawat iritasi
- Mudah didapat di seluruh Guardian

What I don't like about this product :
- Kinda pricey
- Bagian lubang matanya terlalu besar
- Essencenya lebih sedikit dari merk lain

Overal : 4/5
Repurchase? Yes.

Guardian facial mask ini aku rekomendasikan pada kalian yang ingin mencoba-coba atau lagi cari mask sheet yang bagus. Aku sendiri akan repurchase kalau misalnya ada promo +1000 dapat 2, karena harganya tergolong tinggi daripada merk masker lain :D.

Thanks for sticking up with my review, like, comment, or share below so I'll know what you think! See you~


Wednesday, November 8, 2017

(REVIEW + Comparison) Kylie Lip Kit Original & Fake (KW)

HALOOOOOO!!

Kembali lagi dengan aku, tak terasa sudah memasuki bulan Nopember dan sebentar lagi pergantian tahun. Hayoo yang udah bikin new year resolution segera ditepati, jangan seperti aku hahaha. Nah kali ini aku mau membuat postingan tentang Kylie Lip Kit yang selalu ngehits, meskipun aku tahu kok kalau aku telat banget dibanding blogger lain yang udah bikin review dari taun berapa, maklum mak, anak kuliahan kere baru bisa beli yang ori :(.


Selain membahas Kylie Lip Kit ori, aku juga akan membandingkan dengan lip kit KW yang aku punya. Shade untuk Kylie Lip Kit ori adalah Kristen dan yang KW Posie K, gambar di atas adalah yang ori.

Kylie Lip Kit Kristen

Pertama aku akan bahas yang ori dulu, aku membeli Kylie Lip Kit ini di Shopee dengan harga  390 rb, murah? Iya murah banget dibanding seller lain yang masih menjual dengan harga 450-500 ribu. Aku bisa dapat murah karena sellernya dapat dari promo 1+1, aku ingin beli yang Pumpkin atau Ginger tapi sayang udah habis. 

Kylie Lip Kit Kristen ini dideskripsikan sebagai warm brown berry, jadi warna pink tua (almost red) dengan undertone mauve, jadi ngga terlalu ngejreng warnanya tapi masih terlihat segar meski dipakai dengan makeup tipis.

kiri : ori, kanan : fake

kiri : ori, kanan : fake

Gambar di atas adalah side by side antara yang ori dan fake, bisa terlihat yang ori box putihnya terlihat lebih bersih dan lebih putih daripada yang fake, dusnya terlihat putih tulang dengan kesan yang lebih buram. Selain perbedaan itu adalah penempatan keterangan di bagian belakang, pada gambar kedua, yang ori tulisannya sedikit lebih kecil dan masih menyisakan space di bagian bawah, sedangkan yang fake fontnya lebih besar dan keterangannya sampai tidak ada space di bagian bawah.

atas : fake, bawah : ori

atas : fake, bawah : ori

Di bagian atas ada keterangan shade, untuk font sama seperti yang aku jelaskan untuk keterangan di belakang, yang ori fontnya lebih kecil daripada yang fake,  di bagian samping ada line yang berfungsi sebagai penanda shade, karena aku beli shadenya berbeda, aku ga bisa membandingkan antara shade yang asli dan palsu, pokoknya warna box untuk yang fake lebih pudar dari yang ori.

kiri : fake, kanan : ori

Gambar di atas adalah side by side liquid lipstick nya  Kylie Lip Kit, untuk ukuran yang ori terlihat lebih pendek daripada yang fake, meskipun bedanya cuma sedikit tapi kalau dijajarkan jadi terlihat. Untuk font berbeda dengan dusnya, yang fake kali ini yang fontnya lebih kecil sedangkan yang ori lebih besar tulisannya. 


kiri : fake, kanan : ori

kiri : fake, kanan : ori
Saat aku putar capnya, bau dari Kylie liquid lipstick yang ori akan berbau persis seperti Jordana Sweet Cream Matte, yaitu bau kue yang manis banget, sedangkan yang fake baunya seperti meses murah yang dijual di pasar, aku bingung gimana deskripsikannya lagi hehe.

Selain bau, ukuran ulir cap nya juga berbeda, yang ori lebih besar dan berwarna bening sedangkan yang fake lebih ramping dan berwarna putih. Sedangkan di bagian stiker bawah, font yang ori lebih besar daripada yang fake, selain itu letak stiker yang fake agak miring posisinya daripada yang ori.


kiri : fake, kanan : ori

kiri : fake, kanan : ori

Bahas aplikatornya, untuk yang ori aplikatornya terlihat bening dengan liquid lipstick yang jarang menempel di batangnya, di bagian bawah tutupnya juga ada seperti gerigi, sedangkan yang fake wandnya berwarna putih, ujungnya lebih besar, dan banyak liquid lipstick yang menempel di bagian batangnya, selain itu tidak ada gerigi pada bagian bawah cap seperti yang ori


atas : ori, bawah : fake

atas : fake, bawah : ori

Nah sekarang beralih ke lip pencilnya, ini kelihatan jelas bedanya karena tutupnya jauh berbeda, yang ori ujung tutupnya membulat dan datar sedangkan yang fake hampir mirip seperti tutup pulpen, panjang dan agak runcing. Di bagian keterangan sama-sama letaknya dan hampir sama semua kecuali fontnya yang fake agak lebih besar dan icon kedaluwarsa pemakaian juga lebih besar daripada yang ori. Tapi aku perhatikan yang ori juga memiliki kode seri berbentuk emboss, hal ini tidak ada di produk yang fake.


atas : ori, bawah : fake

Lip pencil ini juga beda banget dari teksturnya, yang ori kalau di swatch terasa creamy dan cepat tumpul padahal baru sekali pakai, sedangkan yang fake seperti pensil krayon dan masih belum terlihat tumpul padahal berkali-kali di swatch.

Berikut ini adalah swatch di tanganku :




Gambar-gambar di atas adalah swatch di lenganku, dan menurutku warnanya mirip meskipun shadenya beda! Entah memang dari asalnya shade Kristen dan Posie K mirip ataukah karena yang Posie K fake, perbedaannya cuma yang Kristen warnanya lebih ke pink daripada si Posie yang keunguan.

Untuk tekstur, yang ori terasa creamy dan mudah sekali diratakan, hanya perlu sekali celup untuk mengcover semua permukaan bibir, keringnya cepat dan hasilnya dead matte. Untuk lip pencilnya sukaaaa banget, karena lembut, creamy, dan nyaman banget di bibir. Sedangkan yang fake teksturnya lebih cair, sama-sama pigmented untuk liquid lipsticknya,  keringnya lebih lama, dan hasilnya agak lengket. Kalau lip pencilnya terasa keras dan warnanya kurang keluar. 

Aku sebenarnya males pakai yang fake, asalnya sih aku beli ditipu sama orang, dia jual alasan preloved jadi dapat lebih murah eh ternyata dikasih fake, aku line minta ganti tuh orang malah nyolot, padahal sebelumnya aku belom pernah pegang Kylie Lip kit yang ori tapi kelihatan banget lah kualitas KW, apalagi kalau dipakai di bibir lengket dan ngga nyaman, cuma shade nya aku akuin cantik banget. Untuk ketahanan yang ori sekitar 3-4 jam sampai bibirku terasa kering, ini wajar soalnya liquid lipstick Kylie memang terkenal bikin kering, kalau dibuat makan yang pudar cuma tengahnya. Sedangkan yang fake selain lengket dia juga long lasting banget, mau makan apa aja ngga geser, cuma rasanya seperti pakai lem, hampir mirip seperti liquid lipstick LA Girl, bahkan LA Girl sedikit lebih nyaman.

Intinya sih aku sarankan jangan tergoda sama harga murah kalau untuk produk impor, apalagi harganya di bawa harga USD nya, pasti KW. Semoga postingan ini dapat membantu beauty enthusiast dan pecinta makeup untuk dapat melihat mana Kylie Lip Kit yang asli dan palsu. Thanks for sticking up with my post, leave a like, share, or comment below so I'll know what you think!

See you~

Monday, October 30, 2017

(REVIEW) Herborist Lulur Tradisional Bali Milk + Whitening

HAAAAIII SEMUAAA.....

Kali ini aku akan mereview tentang sebuah lulur yang menurutku baguuuss banget, yaitu Herborist Lulur Tradisional Bali. Herborist sendiri adalah merk asli Indonesia dan merupakan merk kecantikan yang telah memproduksi lulur, parfum, Olive Oil, Body Butter, dll dan selalu mengusung tema tradisional Bali. Yuk baca terus postinganku!




Sebenarnya aku sejak dulu tertarik untuk mencoba produk dari Herborist karena temanya yang serba bali dan tema warna hijau-hijau. Suatu hari saat lulurku habis akhirnya aku ke supermarket dan menemukan lulur Herborist ini, harganya murah sekali aku beli pada saat diskon jadi sekitar 11 ribu rupiah. Sebenarnya ada beberapa varian tetapi aku memilih yang varian Milk + Whitening.

Bagian depan

Bagian belakang
Packagingnya standar lulur biasanya yaitu berbentuk jar dengan tutup yang dibuka dengan cara diputar. Herborist menggunakan warna hijau muda sebagai main themenya, dengan logo Herborist yang selalu menggunakan gambar penari Bali tradisional. Usut punya usut sih sebenarnya CEO Herborist bukanlah asli orang Bali, tapi memang branding nya saja yang menggunakan kearifan lokal Bali. 

Di bagian belakang tertera komposisi, nama dan alamat perusahaan, tanggal produksi, kedaluwarsa, link sosial media, netto dan barcode. Jika dilihat dari komposisinya tidak pure dari alam, apabila di namanya tertulis "milk" ternyata komposisi whitening terbesar ada dalam Oryza Sativa Starch, alias sari pati beras. Sedangkan komposisi milkny ada di bagian nomor 2 paling bawah. Produk ini juga masih mengandung paraben.


Isinya lumayan full

Herborist Lulur Tradisional Bali ini memiliki dua ukuran, yaitu yang kecil 100gr dan yang besar 200gr, aku membeli yang kecil karena tidak ada ukuran besar di supermarket tempatku saat itu. Saat aku buka ternyata isinya lumayan penuh, kan biasanya ada lulur yang isinya cuma 3/4 dari jar, sayangnya produk ini tidak memiliki plastik pemisah, jadi ada lulur yang menempel di tutupnya.


Swatch in hand

Saat dibaurkan

Baunya lumayan menyengat dan ada bau seperti susu, tapi lebih dominan seperti aroma lulur bengkoang. Sedangkan konsistensinya tidak terlalu pekat dan tidak terlalu cair, scrubnya kecil-kecil dan saat digosok di badan tidak terlalu kasar. 

Setelah aku menggunakan Herborist Lulur Tradisional Bali ini badanku terasa lembut dan segar, daki pun keluar semua, bau wangi lulur pun menempel di badan selama beberapa jam, membuat pikiran lebih rileks. Selain efek di atas aku tidak merasakan efek whitening yang ditawarkan sih ya, tapi aku sendiri memakai lulur bukan dengan harapan lebih putih, tapi supaya sel kulit mati keluar semua, kalau memang jadi lebih putih anggap saja bonus :p.

Selain ini yang aku suka adalah lulur ini kandungannya tidak terlalu keras untuk kulitku yang sensitif, badanku tidak kering dan tidak alergi, menurutku ini plus banget karena aku kesusahan mencari lulur yang tidak membuat kulitku (terutama telapak tangan) menjadi kering.

What I like about this product :
- Cheap
- Membuat tubuh lembut dan segar
- Mengangkat sel-sel kulit mati
- Wanginya membuat tubuh rileks
- Tidak membuat kulit kering dan iritasi

What I don't like about this product :
- Klaim whiteningnya tidak terbukti
- Tidak ada plastik pemisahnya
- Masih mengandung paraben

 Overal : 4/5
Repurchase? Yes

Aku menyarankan produk ini bagi yang ingin membeli lulur lokal dengan harga terjangkau dan bagi yang memiliki kulit sensitif sepertiku. Produk ini dapat dibeli di supermarket, Hypermart, dan counter Herborist di mall-mall.

Sekian reviewku kali ini, thank you for sticking up with my review, like, comment, or share below so I'll know what you think! See you~




Friday, October 27, 2017

( REVIEW) Verile Acne Care Facial Wash

HAAIII SEMUAAA!!

Sudah lumayan lama aku ngga ngepost karena sibuk kuliah hehe. Nah kali ini aku mau review face wash lokal yang menurutku bagus untuk kulitku yang berminyak dan berjerawat, yaitu Verile Acne Care Facial Wash.






Nah aku dulu sebenarnya memakai facial wash dari Mineral botanica yang khusus Acne, pas habis aku males buat pesen online karena Mica ini ngga ada di deket rumah. Akhirnya nemu ini Verile dan banyak review yang mengatakan cocok, jadi penasaran dan beli XD.

Verile Acne Care Facial Wash ini mengandung Ekstrak Tea Tree Oil, Triclosan, dan Vitamin E. Klaim produk ini menurut Website resminya adalah : 
"Menjaga kebersihan kulit wajah agar tetap bersih dan sehat sepanjang hari. Foaming gelnya dapat membantu menghilangkan minyak dan kotoran di wajah serta mengatasi jerawat sehingga jerawat sulit untuk kembali lagi."


Bagian belakang 
Packagingnya tipikal face wash ya, yaitu berbentuk tube dengan flip cap di bagian bawah. Warna backgroundnya putih dan biru, sedangkan logo Verile sendiri terlihat mencolok dengan warna merah. Menurutku sih packagingnya biasa aja, ngga terlihat  mencolok dan saking biasanya jd kurang menarik, IMO.


Cap & content

Saat aku buka flip capnya pada bagian mulut tube terdapat stiker silver sehingga produknya tidak tumpah dan terlihat baru. Setelah aku copot segelnya dan mencet sedikit ternyata warna facial wash nya itu bening, berbeda dengan merk yang selama ini aku pakai. Teksturnya kental dan mengingatkanku dengan gel cream. Baunya juga segar tapi masih ada seperti menthol (?) khas perawatan untuk kulit berjerawat. 

Kemudian aku tes ke tanganku yang telah aku beri berbagai macam produk kosmetik :


Testing time!

Hasilnya :


Taraa!

Pada foto di atas aku menggunakan lip tint, lipstick, lipcream matte, eyeliner, BB cream, Pensil alis. Dan setelah aku gosokkan Verile Acne Care Facial Wash dan dibilas, terlihat yang tersisa tinggal lip tint dan lipstick matte, jadi lumayan bersih apabila untuk membersihkan makeup. Tapi aku tidak pernah hanya menggunakn facial wash untuk menghapus makeup, aku selalu melakukan double cleansing karena kulitku termasuk mudah sekali untuk berjerawat kalau wajah kotor.

Kesan setelah menggunakan Verile Acne Care Facial Wash di wajahku adalah terasa bersih, kesat tapi ngga bikin kering, dan seperti ada sensasi dinginnya. Selama memakai Verile Acne Care Facial Wash jerawat di wajahku jadi lebih kalem dan tidak sampai membesar, biasanya akan kempes dengan waktu 2 hari, meskipun aku juga memakai perawatan acne lainnya sehingga jerawat kempes karena Verile Acne Care Facial Wash ato produk lain, tapi si Verile ini tidak membuat kulit tambah iritasi dan berhasil membuat jerawat jadi kalem. Sayangnya produk ini nggak berpengaruh di oil controlnya, jadi tetep aja kulitku minyakan banyak seperti biasanya.

Verile Acne Care Facial Wash juga mudah sekali di dapat, ada di toko-toko Kosmetik ataupun online shop dengan harga sekitar 18-20 ribu rupiah, sayangnya ukurannya keciiilll banget dibandingkan dengan facial wash merk lain.

What I like about this product :
- Murah
- Tidak membuat kulit kering
- Ada efek calming bagi jerawat
- Wajah terasa bersih dan segar
- Mudah di dapat 

What I don't like about this product :
- Packaging kurang menarik
- Ukurannya kecil
- Baunya khas obat jerawat
- Oil control biasa saja 

Overal : 3,5/5
Repurchase? Maybe

Aku merekomendasikan produk ini bagi yang memiliki kulit berminyak dan berjerawat dan ingin menggunakan produk acne care dengan harga terjangkau. Aku sendiri tidak merekomen untuk yang kulit sensitif dan kering karena dari baunya sudah obat jerawat banget dan biasanya sih produk dengan bau seperti itu kandungannya agak keras sehingga nanti kulit malah akan lebih kering.

Thanks for sticking up with my review, like, share, or comment below so I'll know what you think. See you~

Saturday, October 7, 2017

(REVIEW) Cherimoa KARADOS Mask Pack


HAIIIII....
Kali ini aku akan mereview tentang mask sheet yang aku tahu saat berjalan-jalan ke Guard*an dan menemukan diskon +1000 dapat dua, yaitu KARADOS Mask Pack. Sebenarnya apa Karados ini dan apakah mask sheetnya bagus? Baca terus ya.

Bagian belakang

Pertama aku kira merk ini adalah merk mask sheet lokal, tetapi aslinya ini brand Korea loh,  dan adalah salah satu brand dari Cherimoa, mask sheet ngehits yang bergambar hewan biasa direview blogger-blogger (aku belum review, very soon tho'), lambangnya juga unik yaitu lambang kuda. Kalau ngga diskon hargaya sekitar 17 ribuan, dan kalau pas lagi ada promo +1000 dapat dua, murah banget. 

Desainnya sederhana, warna putih dengan warna bermacam-macam untuk membedakan tiap fungsi. aku membeli semua variannya : Snail (Brightening), Bird's Nest (Anti aging), Aloe (Soothing), dan Horse Oil (Nutrition). Aku harus akuin kalau warna desainnya cukup menarik meskipun sedikit mengingatkanku tentang sesuatu yang berbau medical seperti brand Dett*ol, Etude AC Clean Up, dll.

Aloe & Snail, kompisisi click to zoom
Horse oil & Bird's Nest, komposisi click to zoom
Dibaliknya terdapat keterangan yang ditulis dengan bahasa Inggris dan Korea, hal ini poin plus karena berarti aku bisa mengerti komposisi, peringatan, dan cara pakainya.


Saat kubuka, essencenya lumayan melimpah dan maskernya basah bangett. Mask Sheetnya sendiri terbuat dari cotton yang lumayan tebal, sayangnya baunya itu kurang enak karena ada bau seperti bau obat. 


Ukuran masker ini juga cukup besar sehingga kebesaran di wajahku, aku cuma ngga suka di bagian mata lubangnya terlalu besar, sehingga bagian bawah mata tidak ketutupan. Masker ini dapat dipakai sampai hampir satu jam meskipun di keterangannya hanya dipakai 20-30 menit. Setelah memakai masker ini wajahku jadi lembab, terlihat glowing dan lebih cerah, masker ini juga tidak membuat jerawatku iritasi. Tetapi aku kurang melihat manfaat masing-masing dari mask sheet ini, contohnya manfaat anti aging dan nutrition, mungkin karena memang masih umur 20 an jadi keriput masih belum terlihat.

What I like about the product : 
- Cheap (apalagi kalau diskon, hehe)
- Essencenya banyak
- Membuat kulit lebih lembab, halus, cerah, glowing
- Tidak membuat jerawat iritasi
-  Mudah ditemukan di Indonesia

What I don't like about this product :
- Bau essencenya seperti obat
- Bagian mata lubangnya terlalu besar buatku 

Overal : 3/5
Repurchase? No.

Aku merekomendasikan mask sheet ini bagi yang ingin coba pakai atau cari mask sheet Korea dengan harga terjangkau. Pendapatku masker ini nggak jelek, tapi juga tidak istimewa, hasilnya so-so, jadi ini adalah salah satu brand mask sheet diantara bejibun brand lain, kurang menonjol, you get what I'm saying right?

Thanks for sticking up with my review, share, like, or comment below so I'll know what you think! See you~